Senin, 16 Juli 2012

... MWATHIRIKA ...


photo by Arul



... about the history of loss, and the loss of history ...

Performing MWATHIRIKA for the umpteenth time in different places is a blessing that opens up opportunities. It is a chance to tell this story to more people, a chance to remember and share feelings.

Based on the gray history of Indonesia decades ago, MWATHIRIKA talks about the history of loss (and the loss of history) both at home and globally.
For us, those histories are important  to be remembered, to talk about and to be learned.
Especially in times when no one talks and nobody remembers,  either because they feel the issues are no longer important and have expired, or because they dont want to relive a fear that caused trauma.

And when some people choose to write books, discuss, or make films about these historical events, we prefer to present MWATHIRIKA as our language of expression.

MWATHIRIKA is a visual performance without words about the history of loss, presented in an imaginative way as if this was a fairy tale that happened in a land far far away.
A puppet play resembles animation movies in that they can present stories in ways that are easy to digest.
A play that tells no stories of who killed whom..
This is a story about the history of loss (and the loss of history) in our lives.

Shouldn’t it be so, that if we know what has happened in the past, then we can understand why we stand here now, and where we want to go in the years to come?

MWATHIRIKA is presented one more time, in front of you, our dear friends, because we dont want this history of loss to repeat itself again.
Not in our country, Indonesia; not in another country; not in the whole wide world and the universe.

-papermoon puppet theatre-

*****

tentang sebuah sejarah kehilangan dan kehilangan sejarah ...

Mementaskan MWATHIRIKA untuk kesekian kalinya di berbagai tempat berbeda, semacam menjadi sebuah anugerah dan kesempatan besar bagi kami.
Kesempatan untuk menceritakan kisah ini kepada lebih banyak orang lagi, kesempatan untuk sama-sama mengingat, dan kesempatan untuk membagi rasa.

Berangkat dari sejarah abu abu bangsa Indonesia puluhan tahun yang lalu, MWATHIRIKA sesungguhnya juga ingin membicarakan banyaknya sejarah kehilangan (dan kehilangan sejarah) yang terjadi di muka bumi.
Sejarah-sejarah yang bagi kami menjadi penting untuk diingat, dibicarakan dan dipelajari, di kala banyak orang memilih tidak lagi membahas dan mengingatnya.
Entah karena merasa topik ini sudah terlalu tua dan kadaluwarsa, atau entah karena enggan, trauma atau takut.

Dan dikala sebagian kecil orang memilih menulis buku, membuat diskusi atau membuat film tentang sejarah-sejarah tua itu, kami justru memilih MWATHIRIKA sebagai bahasa kami untuk bicara.

MWATHIRIKA adalah sebuah pertunjukan visual tanpa kata, mengenai sejarah kehilangan, yang kami sampaikan dengan cara imajinatif seperti di negeri dongeng.
Sebuah pertunjukan teater boneka bak film animasi yang kami ramu sedemikian rupa agar kisah terasa mudah dikunyah.
Sebuah pertunjukan, dimana kami tidak bicara tentang siapa yang membunuh siapa..

Ini adalah sebuah kisah tentang adanya sejarah kehilangan (dan kehilangan sejarah) di dalam hidup kita.

Bukankah kalau kita tahu tentang apa yang terjadi di masa lalu, maka kita bisa memahami kenapa kita berdiri di sini sekarang, dan mau pergi kemana di masa mendatang?

MWATHIRIKA kami hadirkan kembali untuk teman-teman semua,  karena kami tidak ingin sejarah kehilangan semacam ini terjadi lagi.
Baik di negeri ini, atau di bagian lain belahan bumi.

-papermoon puppet theatre-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar